Lalu, bagaimana agar kita (calon jamaah haji, red) bisa meraih Haji Mabrur? Simak beberapa penjelasan dibawah
1. Luruskan niat beribadah
Tunaikan ibadah haji sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah agama dan memenuhi rukun Islam yang kelima.
Dengan meluruskan niat, maka kita dapat menjaga kemurnian tujuan berhaji.
Perlu diingat, jauhkan pikiran dan hasrat bahwasanya berhaji itu sebagai gelar untuk menaikkan status sosial atau hanya sekedar pamer kesalehan.
2. Pahami filosofi rukun haji dan wajib haji
Selain memahami filosofi rukun haji dan wajib haji, para jamaah haji tentunya juga dituntut untuk menguasai bacaan – bacaan doa yang dipergunakan selama beribadah di Tanah Suci.
Tentunya dengan menguasai bacaan doa, calon jamaah haji pastinya akan lebih khusyuk dalam melaksanakan ibadah hajinya.
3. Fokuslah pada hal substantif selama melaksanakan ibadah haji.
Saat berada di Tanah Suci, jamaah calon haji hendaknya memfokuskan pikiran dan energi untuk melakukan rukun haji dan wajib haji secara khusyuk.
Rukun Haji dan Wajib Haji
Dalam melaksanakan ibadah haji, ada 6 rukun haji yaitu ihram (niat), wukuf di Arafah, thawaf ifadah, sa’i, bercukur (tahalul) dan tertib.
Dan apabila tidak melaksanakan salah satu dari 6 rukun haji ini, maka ibadah haji tidak sah.
Sedangkan wajib haji juga ada 6, yakni ihram haji dan miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah dan menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan berihram, serta thawaf wada’ bagi jamaah yang akan meninggalkan Makkah.
Perlu diketahui, di Tanah Suci jamaah haji mungkin akan mendapatkan banyak cobaan. Namun, tetaplah untuk berusaha tenang serta berkepala dingin agar dapat fokus pada hal utama, yaitu rukun haji dan wajib haji.


















