Kaum penyuka lobang eek pasti banyak yang denial walaupun sudah diberikan data yang val
Sebenarnya takut mau nulis ini.
Setelah cari2 sana sini. Yang bermasalah itu caranya. Seks lewat anal itu memang mempertinggi kemungkinan terkena HIV.
Sejarah HIV/AIDS pun awalnya menjangkit orang-orang homoseks dan biseksual sehingga awalnya penyakit ini diberi nama Gay-related Immune Deficiency (GRID), pada 11 Mei 1982, hingga akhirnya dirubah menjadi AIDS, dengan perkembangan penyakit juga ada pada kelompok lain.
(Sejarah lengkapnya saya tulis di bagian paling bawah)
Meski yang lewat anal kan bisa saja hetero, bi dll. Tapi tetap saja ketika bicara soal anal seks itu pasti perhatiannya langsung tertuju pada G dari LGBT. Saya rasa stigma nya berasal dari situ.
Kok bisa?
Ini penjelasan dari CDC (Center for Disease Control and Prevention), saya translate
“Seks anal adalah jenis seks yang paling berisiko untuk tertular atau menularkan HIV. Menjadi resertif (bottom) lebih berisiko daripada menjadi insertif (top). Risiko resertif lebih tinggi karena lapisan rektum yang tipis dan memungkinkan HIV masuk ke dalam tubuh selama seks anal. Meski begitu insertif (top) juga berisiko”
Dapet artikel lagi dari medicalnewstoday, persoalan presentase risiko reseptif dan insertif di seks anal
- receptive anal intercourse: 1.38%
- insertive anal intercourse: 0.11%
Kalau mau dibandingkan dengan presentase risiko seks yang lewat vagina.
- receptive penile-vaginal intercourse: 0.08%
- insertive penile-vaginal intercourse: 0.04%
Tambahan artikel dari hellosehat, yang bilang kalo anal seks punya kemungkinan 18% lebih tinggi untuk terjangkit HIV dari seks normal.
Dan resiko akan semakin tinggi kalo kamu suka gonta ganti pasangan. Penularannya memang berbagai macam, tapi tetap saja free sex menyumbangkan angka penularan terbanyak.
Sekian.
Editan Tambahan aja, karena saya masih penasaran.
Jadi virus HIV/AIDS itu berasal dari Kinshasa, Republik Demokrasi Kongo. Yang menular pada manusia dari simpanse dan gorila. Penularan kemungkinan terjadi karena terpapar dari darah saat berburu dan menyembelih hewan liar. (Sumber : kompas.com)
Karena kita bakal bahas masalah stigma yah, menurut saya awal mula stigma nya dari sini. Jadi skip aja ke tahun 1980an, tepatnya 5 Juni 1981. Saat itu ada keresahan karena ditemukan infeksi paru-paru yang langka, dan itu terjadi pada 5 orang homoseksual di Los Angeles, penyakitnya yaitu PCP (Pneumocystic Carinii Pneumonia).
Di hari yang sama, ada laporan lagi terkait kanker ganas, Kaposi’s Sarcoma (KS) yang menyerang orang-orang homoseksual (baca:gay) di New York dan California. Dan dua2nya sama2 dikaitkan dengan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Di 28 Agustus 1981 ada sekitar 108 kasus serupa yang dilaporkan, dan 107 penderitanya adalah laki-laki yang di dominasi oleh kelompok gay dan biseksual. Infeksi pun semakin meluas, karena penemuannya itu sering sekali menjangkit orang-orang homoseks, penyakitnya pun awalnya dinamai Gay-related Immune Deficiency (GRID), pada 11 Mei 1982.
Sampai akhirnya di September 1982, CDC merubah nama penyakit ini dengan nama AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom). Dengan perkembangan jika penyakit ini juga ada pada kelompok selain lgbt.
Anyway, timeline lengkapnya kalian bisa baca disini.
Waah ga nyangka yang upvote banyak banget 😮
Akhir kata, saya hanya mau bilang mohon maaf jika ada kata² yang menyinggung.
So, apa perkembangan terbarunya? Setelah lebih dari 30 tahun. Ini data dari tahun 2015–2019, di deskripsi nya tetap menjelaskan jika MSM atau LSL (lelaki seks lelaki), masih menduduki peringkat tertinggi penularan HIV/AIDS. Tapi titik terangnya jumlahnya diprediksi akan menurun setiap tahun.
Sekali lagi saya hanya menyampaikan informasi. Tidak satupun yang saya tulis disini merupakan opini pribadi saya, saya sertakan berbagai macam sumber yang saya baca. Jika mungkin ada yang tersinggung saya mohon maaf. (By Quora)
[give_form id=”6570″ show_title=”true” show_goal=”true” show_content=”below” display_style=”onpage”]














