Memahami Makna Menjadi Haji Mabrur

AGAMA972 Dilihat

Bahagia karena dapat menunaikan ibadah haji merupakan suatu kewajaran yang ada pada diri manusia, namun kita sebagai muslim perlu tahu bahwa kebahagiaan yang kita rasakan ini jangan sampai terseret pada dosa yang menyebabkan pahala haji kita hilang.

Maka hendaknya kita selalu waspada terhadap sebab-sebab datangnya bibit-bibit dosa dan dijauhkan dari segala keburukan yang akan terjadi, Allahu ta’ala a’lam bishowaab.

Rasulullah SAW menjelaskan, bahwasanya Allah SWT telah menjanjikan balasan nyata bagi umatnya yang mendapat mabrur, yakni surga yang abadi.

العُمْرَةُ إِلىَ العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ

“Umroh ke umroh adalah penghapus dosa diantara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” (HR. Bukhari: 1683, Muslim: 1349).

Mabrur berasal dari bahasa Arab, yaitu “barra-yaburru-barran“, yang artinya taat berbakti. Dalam kamus Al Munawwir (Arab-Indonesia), Mabrur berarti ibadah haji yang diterima pahalanya oleh Allah SWT.

Adapun para alim ulama memiliki beberapa pendapat tentang makna mabrur. Ada ulama yang menilai Haji Mabrur adalah pahala yang diterima di sisi Allah.

Pandangan Imam Nawawi tentang konsep Haji Mabrur dalam Syarah Shahih Muslim, bahwa Haji Mabrur ialah haji yang sebelum menunaikan, ketika pelaksanaan ataupun setelahnya selalu berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk, baik itu dihadapan Allah SWT maupun dihadapan sesama, serta senantiasa meningkatkan nilai ibadah dhzohiriah maupun bathiniyah.

Pada dasarnya semua umat Muslim yang melaksanakan ibadah haji harus atau wajib mendapatkan haji yang mabrur. Yakni dengan melaksanakan dan memenuhi segala kriteria dan langkah-langkahnya sehingga kemabruran itu bisa diperolehnya.

Adapun menurut Profesor Muhammad Quraish Shihab (ulama ahli tafsir Alqur’an), menjelaskan definisi mabrur artinya tunduk, taat, atau menaati.

Artinya, menurut Quraish Shihab, makna mabrur adalah ketika jamaah haji telah pulang dari Tanah Suci dan ia tetap menaati janji-janji yang telah ia buat sewaktu di Mekkah untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Itu sesuai dengan asal kata dasarnya yaitu barra-yaburru.

Sebagaimana penjelasannya dalam kanal YouTube NarasiTV, ” Melaksanakan ibadah (haji) bagaikan berjanji kepada Allah, itu tersurat dalam kalimat talbiyah ‘Labbaikallahumma Labbaik‘,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *